Minggu, 21 Juni 2015

sejarah penduduk asia tenggara


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Asia Tenggara adalah sebuah kawasan di benua Asia bagian tenggara. Kawasan ini mencakup Indochina dan Semenanjung Malaya serta kepulauan di sekitarnyaAsia tenggara memiliki letak yang ditinjau dari berbagai aspek baik itu dari segi astronomis,geografis,politis,ekonomis serta sosial serta keadaan alamnya.
Setiap wilayah selalu menyimpan sesuatu yang menarik dan unik dalam catatan sejarahnya, mempelajarinya membuat kita menjadi sesorang detektif yang siap membuka tabir misteri sehingga terkadang kita keheranan dan mengucap kagum dan berucap kagum. Apa lagi kita sebagai manusia yang tidak bisa lepas dari ingatan massa lalu, dengan mempelajarinya akan memberikan kesadaran dari mana kita berasal dan proses kehidupan seperti apa yang telah nenek moyang kita lalui pada masa silam hingga kita bisa belajar lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan sekarang dan akan datang. Asia tenggara adalah salah satu dari sekian wilayah tersebut yang menyimpan keunikan sendiri.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah keadaan penduduk di asia tenggara?
2.      Faktor apakah yang mempengaruhi adanya migrasi?
3.      Bagaimanakah proses migrasi di asia tenggara?

C.    Tujuan Penulisan
1.         Untuk mengetahui keadaan penduduk di asia tenggara
2.         Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi migrasi
3.         Untuk mengetahui proses migrasi di asia tenggara

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Sejarah Penduduk Asia Tenggara
Pada sekitar abad ke 18 dan sebelum-sebelumnya , Asia tenggara merupakan daerah yang memiliki penduduk paling jarang di kawasan ASEAN. Namun pada abad ke 19 dan 20 mengalami perubahan yang sangat signifikan. Penduduk menjadi bertambah lebih dari 100%. Perubahan tersebut tentu memiliki berbagai unsur penyebab. Kawasan Asia Tenggara mulanya adalah berupa rawa-rawa dan hutan. Namun saat ini hutan dan rawa-rawa tersebut telah terlihat mengenaskan karena telah dirusak oleh tangan-tangan jahil manusia.
Sekitar dua Abad yang lalu jumlah penduduk di Asia Tenggara sangat jarang, sehingga banyak adanya anjuran-anjuran dari berbagai pihak untuk meningkatkan angka kelahiran. Minimnya informasi dan minimnya teknologi adalah faktor yang paling utama. Sehingga pada waktu itu dena dirasa sudah menemukan kesejahteraanya di daerah pedesaan yang baru di tinggali mereka. Namun hal ini berbeda dengan dua negara ini, yaitu Filipina danMalaysia. Di dua negara tersebut terlihat bahwa jumlah penduduk yang tinggal di daerah perkotaan sangatlah banyak, bahkan mencapai 50%. Namun di luar itu, penduduk pedesaan juga telah mengalami peningkatan yang sama, sehingga kedudukan dari kemajuannya seimbang. Adanya infrastruktur yang memadai merupakan faktor utama.
Faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah besar kecilnya angka kematian dan tingkat kesuburan. Setelah Perang Dunia II berakhir terlihat bahwa angka kematian semakin menurun. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuanpun juga semakin terlihat dengan dibuktikannya ada penemuan antibiotik pada tahun 1940dan 1950-an. Di kawasan-kawasan Asia Tenggara terlihat adanya penurunan kematian bayi yang signifikan yaitu di kawasan Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Myanmar, Vietnam, Laos dan Kamboja.
Pada tahun 1970-an tercatat bahwa angka kelahiran mengalami pelonjakan yang cukup drastis. Masyarakat di seluruh kawasan Asia Tenggara telah mengalami perubahan berfikir untuk lebih menekankan adanya banyaknya jumlah kelahiran.jumlah ini bahkan tercatat lebih tinggi dari Negara-negara Eropa. Negara-negara tersebut antara lain Indonesia, Malaysia, filipina, Muangthai. Dengan adanya kelahiran yang sangat drastis yang meningkat hingga mencapai 28,9% tersebut berdampak buruk bagi kesehatan bayi di masyarakat. Kurangnya asupan gizi bagi bayi adalah faktor utama, sehingga dengan adanya permasalahan inilah mulai timbul adanya transmigrasi.
Peningkatan angka kelahiran tersebut juga di pengaruhi adanya faktor pernikahan usia muda. Usia muda para wanita tersebut merupakan masa-masa kesuburan bagi seseorang untuk melahirkan banyak anak. Disisi lain, alat kontrasepsi pada waktu itu masih belum di kenal di wilayah-wilayah Asia Tenggara. Namun hal tersebut tidak berjalan terlalu lama. Seiring berjalannya waktu, perkembangan ilmu pengetahuan telah membangunkan pola pikir para wanita untuk tidak menikan pada usia muda. Mereka justru terkonsentrasi pada karir dan pekerjaan, hingga menyebabkan mereka mengabaikan masalah perkawinan. Akibatnya, jumlah kelahiran lambat laun menjadi menurun.
            Jika kita meneliti tren ASEAN sejak 1960-an indikator dalam bidang sosial ekonomi yang dikatakan maju atau sukses biasanya meliputi yaitu, angka kematian menurun, urbanisasi, pendidikan, peningkatan tingkat pendapatan, dan kerja perempuan dalam kegiatan non-pertanian. Adanya tren tersebut juga diakui oleh keseluruhan masyarakat, Sehingga hal ini bisa menjadikan adanya perubahan yang cepat untuk mengarah pada penurunan jumlah kelahiran.
Di Indonesia, Thailand, dan Filipina, serta di pantai timur negara Semenanjung Malaysia dan Malaysia Timur, jaringan transportasi terlihat sangat memadai dalam pasca-perang tahun-tahun awal. Pengembangan secara bertahap dari semua infrastruktur sistem jalan. Akibatnya perkembangan teknologi di berbagai wilayahpun mulai merata, begitu juga dengan sistem informasi misalnya Menyebarnya TV. Dengan menyebarnya TV, masyarakat mulai langsung bisa berpartisipasi aktif dalam jalannya pemerintahan dengan cara menyampaikan inspirasinya kepada pemerintah.
Dengan adanya perkembangan tersebut maka terjadilah transisi Demografi, yaitu proses perubahan sistem kependudukan. Faktor-faktor yang diidentifikasi dalam teori transisi demografis adalah pendidikan, industrialisasi, urbanisasi dan perubahan dalam keluarga. Dampaknya adalah pikiran masyarakat terlihat menonjol yang nantinya akan menyebabkan penyebaran ide-ide baru di berbagai wilayah. Sebagai contohnya adalah munculnya alat kontrasepsi, sebagai kekuatan utama di balik penurunan jumlah kelahiran (misalnya, Cleland dan Wilson, 1986). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa perkembangan transportasi dan komunikasi merupakan sumber pengaruh terbesar bagi naik turunnya jumlah penduduk.
Keadaan penduduk di Kawasan Asia Tenggara dapat kita lihat dari beberapa aspek/segi. Misalnya ras atau suku bangsanya, jumlah penduduknya, mata pencahariannya dan persebarannya.
1.    Suku Bangsa di Kawasan Asia Tenggara
Menurut A. L Kroeber, suku bangsa yang tinggal di kawasan Asia Tenggara merupakan keturunan dari dua ras, yaitu sebagai berikut.
a.       Ras Negroid yang menempati Semenanjung Melayu dan wilayah Negara Filipina.
b.      Ras Mongoloid, yang menempati Kepulauan Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
Ras Mongoloid yang ada di Indonesia dibedakan menjadi dua, yaitu:
1)      Proto Melayu (Melayu Tua), yang menurunkan suku Batak, Dayak, dan Toraja.
2)      Deutro Melayu (Melayu Muda), yang menurunkan suku Bali, Jawa, dan Minangkabau.
Adapun suku-suku yang jumlahnya besar di Asia Tenggara antara lain sebagai berikut.
a)      Suku bangsa Lao Yao dan Thai di Laos dan Thailand
b)      Suku bangsa Semang dan Sakai di Malaysia.
c)      Suku bangsa Khmer di Kamboja.
d)     Suku bangsa Man, Tho, Muong ,dan Vietnam di Vietnam.
e)      Suku bangsa Jawa, Sunda, Bali, Batak, dan Dayak di Indonesia.
f)       Suku bangsa Cina, India, Melayu, dan Pakistan di Singapura.

2. Jumlah Penduduk di Kawasan Asia Tenggara
Pada tahun 2003, jumlah penduduk di kawasan Asia Tenggara adalah 544 juta jiwa. Singapura merupakan negara terpadat penduduknya di Asia Tenggara, sementara pertumbuhan penduduknya paling rendah yakni hanya 0,7% (sama dengan Thailand). Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar di Asia Tenggara.

3. Mata Pencaharian Penduduk di Kawasan Asia Tenggara
Sebagian besar penduduk di kawasan Asia Tenggara bermata pencaharian sebagai petani, kecuali Singapura. Sebagian besar penduduk Singapura bekerja dalam bidang industri dan perdagangan. Industri jasa keuangan dan perdagangan merupakan sektor andalan ekonomi Singapura.
4. Persebaran Penduduk di Kawasan Asia Tenggara
Sebagian besar (63 %) penduduk di kawasan Asia Tenggara tinggal di pedesaan, kecuali Singapura. Sebagian besar (95 %) penduduk Singapura tinggal di perkotaan, karena Singapura merupakan sebuah negara kota. Karena padatnya penduduk, sebagian besar (85 %) penduduk Singapura tinggal di rumah susun (apartemen). Di Malaysia, 57 % penduduknya tinggal di perkotaan. Di Brunei Darussalam 67 % penduduknya tinggal di perkotaan. Sementara di Timor Leste, 92 % penduduknya tinggal di pedesaan.

B.        Proses Migrasi di Asi Tenggara

Wilayah Asia Tenggara didiami oleh empat golongan bangsa besar yaitu:
1.       Sino-Tibet, termasuk golongan Birma (penduduk utama Myanmar), Thai (penduduk utama Thailand) dan Cina (migrasi dari negara Cina).
  1. Austro-Asia, yang termasuk golongan ini adalah Khmer (penduduk utama Kamboja) dam bangsa Mon (suku minoritas di Birma Selatan).
  2. Austronesia, yang termasuk di sini yaitu bangsa-bangsa di Indonesia dan Melanisia yang mendiami gugusan-gugusan pulau di sebelah timur (Indonesia bagian Timur dan Filiphina bagian selatan).
  3. Papua yaitu penduduk utama Irian.
Di Asia Tenggara sering terjadi serangan-serangan dari bangsa lain di Asia Tengah. Karena serangan-serangan tersebut maka bangsa-bangsa Asia Tengara pindah ke arah selatan. Perpindahan ini terjadi secara besar-besaran (migrasi). Migrasi ini terjadi dari utara ke selatan.
Ada dua gelombang besar migrasi di Asia Tenggara yaitu:
1.      Perpindahan bangsa-bangsa Austronesia ke kepulauan daerah selatan Asia
 Perpindahan bangsa-bangsa Austronesia pada gelombang satu yaitu pada periode 1500 SM. Masuknya proto Melayu melalui dua jalur yaitu jalur Barat/selatan (dari Yunan ke Malaya, Sumatra,Jawa,Kalimantan) dan jalur Timur/Utara (dari Yunan ke Vietnam, Filiphina, Sulawesi, Irian).
Proto Melayu ini membawa kebudayaan baru yaitu Neolitikum, yang berpusat di Bacson-Hoabinh di Indocina. Hasil kebudayaannya kapak persegi dan kapak lonjong. Keturunan Proto Melayu yang masih ada adalah orang Gayo dan Alas di Sumatra, suku Toraja di Sulawesi dan suku Dayak di Kalimantan.

2.      Perpindahan bangsa Indonesia dari Indocina ke Indonesia:
Perpindahan ini terjadi pada 500 SM. Migrasi inin termasuk gelombang ke dua yaitu masuknya Deutero Melayu yang berpusat di Dongson (tongking). Jalur persebaran melalui daratan Asia, Semananjung Melayu, lalu sampai di Sumatra dan jawa. Hasil kebudayaan yang dibawa genderang, nekara. Suku keturunan Deutero Melayu adalah suku Jawa dan Bugis.

3.      Desakan-desakan bangsa-bangsa Birma, Thai, Vietnam dari Utara ke arah Selatan atau Malaya.
Migrasi ini berjalan melalui lembah-lembah sempit dari Tiongkok dan perbatasan Tibet didorong oleh adanya daya tarik delta dan lautan.
Sebab desakan bangsa-bangsa Birma, Thai dan Vietnam dari utara adalah:
a.       Orang-orang Cam terhalau dari Annam oleh orang Vietnam.
b.      Orang-orang Mon di Menam ditaklukkan oleh orang Thai.
c.       Orang-orang Mon di Irrawadi ditaklukkan oleh orang Birma.

4.      Perpindahan secara besar-besaran oleh kelompok bangsa Tionghoa (Cina) ke daerah-daerah daratan dan daerah kepulauan Asia Tenggara.
Migrasi berjalan lambat sehingga orang-orang yang telah lebih dulu tinggal menyerap bahasa dan adat istiadat para migran. Pada migrasi bangsa Tionghoa ini tidak terjadi pergantian penduduk secara besar-besaran karena tidak terjadi pemusnahan atau pemusnahan.

Faktor-faktor alam yang mempengaruhi adanya migrasi:
1. Sungai-sungai besar: sungai Irrawadi, Salween, Mekong, Menam dan sungai Merah. Sungai-sungai tersebut berfungsi sebagai :
1)    Jalan migrasi: menjadi jalan migrasi dari bangsa-bangsa dari pedalaman Asia ke daratan asia Tenggara yang yang kemudian diteruskan ke gugus-gugusan pulau yang berhubungan tidak terputus- putus dengan tanah daratan.
2)    Menyuburkan tanah: sungai-sungai tersebut menyebabkan tanah dikanan kirinya menjadi subur. Tanah yang subur cocok untuk bercocok tanam.
3)    Sumber penghidupan: dijadikan untuk perikanan dan jalur perdagangan ke daerah pantai atau sebaliknya dari pantai sampai jauh ke pedalaman.
4)    Megembangkan peradapan: bangsa-bangsa yang migrasi menggunakan sungai untuk tinggal dan mengembangkan kehidupan jasmani dan rohani sehingga tumbuh menjadi bangsa-bangsa yang berperadapan tinggi dan hidup dalam masyarakat teratur.
2. Angin muson:
Angin muson adalh angin laut sehingga Asia Tenggara pada umumnya mendapat hujan tahunan yang cukup.
Manfaat angin muson:
a.    Menyuburkan tanah (munculnya hujan menyebabkan tanah menjadi subur)
b.    Memudahkan navigasi kapal-kapal layar.
c.    Asia Tenggara menjadi tempat transit.
3. Suhu air:
Suhu air menyebabkan perahu para pedagang dapat bertahan lebih lama. Bahan baku pembuatan perahu adalah kayu yang cukup melimpah.

















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Asia tenggara adalah sebuah kawasan di benua Asia bagian tenggara. Kawasan ini mencakup indochina dan semenanjung Mayala serta kepulauan yang di sekitarnya. Asia tenggara memiliki letak yang di tinjau dari berbagai aspek baik itu dari segi astronomis, geografis, politik, ekonomis serta sosial dan keadaan alamnya.

B.     Saran
Makalah ini menjadi referensi untuk pembaca dalam penjelasan mengenai penduduk dan migrasi bangsa-bangsa di asia tenggara.

















DAFTAR PUSTAKA

Reid, Anthony. (20110. Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga 1450-1680 (jilid 1: Tanah di Bawah Angin ). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Setiawan. 2011. Tinjauan Geografis Atas Kawasan Asia Tenggara. (16 Maret 2014)
http://tarampapam.blogspot.com/2011/03/proses-migrasi-di-asi-tenggara.html

Kamis, 18 Juni 2015

Nasionalisme Turki

Asal usul bangsa turki
Bangsa turki adalah campuran bangsa mongol dan bangsa-bangsa lain di asia tengah. Tanah asal mereka adalah daerah asia tengah bagian selatan, antar laut kaspia dan tiongkok (Turkestan). Bangsa turki adalah bangsa yang pemberani, mempunyai rasa disiplin yang tebal. Turki terdiri atas beberapa suku bangsa , yang sekarang lazim kita sebut republic turki yang tegabung dalam suku bangsa turki utsmani.
Gerakan turki muda
Gerakan ini didirikan oleh orang-orang turki yang progresif yang ada diluar negeri akibat tindakan dari sultan abdul hamid II, tujuan mereka membenruk gerakan ini yaitu;
1
Menyelamatkan turki dari keruntuhan dengan mengadakan reorganisasi Negara secara modern, sesuatu yang tidak sesuai lagi dengan zaman harus segera dilenyapkan.
2
Menanamkan dan memperkembangkan nasionalisme turki.
3
Memperbulat (mempersatukan)kebangsaan turki yaitu satu Negara, satu bangsa dan satu bahasa.

Lahir sebagai reaksi terhadap sultan hamid II yang absolute, sifat gerakanya sangat revolusioner. Ketika turki kalah dalam perang dibalkan gerakan turki muda mengadakan kudeta  tahun 1908 Niazi Bey mulai melakukan pemberontakan atas nama turki muda, pemimpin lain yaitu enver bey, beliau adalah pemimpin turki muda di kalangan angkatan perang sedangkan Sultan hanya sebagai lambang yang hanya mengurusi kegamaan.
Perang dunia I dan keterlibatan turki
Turki muda dipimpin oleh tiga serangkai, yaitu enver bey, talaat dan jamal. Mereka mendukung jerman karena rasa bencinya kepada rusia yang melakukan politik air hangat. Ketika perang dunia I meletus turki membantu jerman, hal inilah yang membuat sekutu menyatakan perang kepada turki. Sekutu menyerang turki di daerah dardanella, namun selalu gagal menerobos benteng pertahanan turki yang dikawal ketat oleh mustapa kemal, dalam artian setiap serangan sekutu selalu dapat dipatahkan. Peperangan terbesar yang pernah dilakukan bangsa turki ditimur tengah adalah melawan bangsa inggris dan perancis, mereka hanya mendapat bantuan dari bangsa arab. Inggris memperoleh kemenangan, maka terjadilah gencatan senjata yang terjadi pada 30 oktober 1918. Untuk langkah selanjutnya diadakan perjanjian server pada 20 agustus 1920 yang isinya
1.    Daerah turki diperkecil tinggal konstantinopel, anatoli dan sekitarnya.
2.    Smyma dan daerah thracia diberikan kepada yunani.
3.    Bosporus, Marmora dan dardanella di internasionalkan.
4.    Armenia menjadi negaran yang merdeka.

Perang dunia I berakhir dengan kekalahan di pihak blok sentral  sehingga terjadilah perjanjian server antara sekutu dan turki. Akan tetapi pemimpin turki muda tidak mau menyerah  begitu sehingga Tampillah The Strong Man Turki, yakni Mustafa Kemal Pasha yang menentang Sekutu dan tidak mau mengakui Perjanjian Sevres yang dibuat dengan Sultan. Ia memimpin gerakan revolusioner dan berhasil meurunkan sultan muhammad V dari tahtanya. Ia tidak rela negaranya terkotak –kotak, dan menyadari bahwa turki terancam runtuh. Hal inilah yang membuat dirinya tersadar untuk menyelamatkanya dan ini berarti membuat mereka menentang sekutu. Pada 4 september 1919 terjadilah kongres kaum nasionalis di sivas , yang mengeluarkan pernyataan:
1.    Menentang dipecah-pecahnya turki. Turki harus tetap menjadi kesatuan yang bulat.
2.    Menentang pendudukan turki oleh sekutu.
3.    Menentang pembentukan Negara Armenia.

Kaum nasionalis dibawah pimpinan Mustafa kamal pasha makin lama makiin besar pengaruhnya dalam pemerintahan maupun diantara rakyat. Untuk menentang kaumn nasionalis sekutu menduduki konstantinopel dan membubarkan parlement turki. Namun kamal mendirikan parlemen sementara diankara yang lepas dari pemerintahan konstantinopel yang  dikendalikan oleh sekutu. Kaum nasionalis menolak mentah-mentah isi perjanjian serves dan tidak mengakui lagi sultan Muhammad VI sebagai kepala Negara. Yunani sangat marah dengan  tindakan kamal ini dan mencoba melakukan aksi militernya, namun semua ini dapat disangkal oleh kamal, bangsa yunani dipaksa meninggalkan turki. Turki menang dan daerah smyra dapat direbut kembali.
Dari beberapa kali peperangan sekutu mengakui kekuatan turki dibawah Pimpinan mustapa kamal pasha.sekutu sadar bahwa mereka memang kalah. Dalam tahun ini teciptalah suatu konferasi mudani antar sekutu dan turki (kaum nasionalis) yang dipimpin oleh ismet pasha atau ismet inonti, konferensi ini berisikan :
1.    Thracia timur dikembalikan kepada turki.
2.    Andrianopel kembali kepada turki.
3.    Netralisasi dardanella, Marmora, Bosporus, dibawah pengawasan internasional.

Karena kemenangana yang diperolah oleh Mustafa kamal pasha, otomatis perjanjian serves dibatalkan. Atas dasar konferensi mudia dibentuk perjanjian baru, yaitu perjanjian lausane yang mana isinya adalah sebagai berikut:
1.    Thracia timur dikembalikan kepada turki.
2.    Turki melepaskan semua daerah yang penduduknya bukan bangsa turki
a. Arabia merdeka.
b. Libya diambil itali.
c. Mesir, palestina, irak, Cyprus diambil inggris.
d. Syria, libanon, diambil oleh prancis.
3.    The straits (Bosporus, dardanella, Marmora) terbuka untuk semua kapal.
4.    Semua hak ekstrateitorial dari bangsa asing dihapuskan.
5.    Turki tidak perlu mengurangi angkatan perangnya.
6.    Turki tidak membayar kerugian perang.
7.    Turki harus melindungi minoriteit.

Setelah berakhirnya Perang Dunia I, Kemal Pasha menjadi Presiden Republik Turki. Programnya adalah untuk memodernkan Turki dengan program-program:
1.    Menyusun UUD baru;
2.    Melaksanakan ekonomi Etatisme, yaitu produksi yang menyangkut kepentingan rakyat banyak diatur pemerintah dan swasta tetap diberi peranan;
3.    Huruf Arab diganti oleh huruf Latin;
4.    Melaksanakan pemerintahan sekuler (tempat ibadah hanya sebagai pusat kegiatan agama).
5.    Pengadilan agama dilarang dan diganti dengan sistem pengadilan modern.
6.    Dilarang poligami;
7.    Pakaian tradisional diganti dengan pakaian barat;
8.    Setiap orang diwajibkan memiliki nama keluarga

Salah satu perubahan yang paling mendasar yang dilakukan oleh Mustafa Kemal adalah dihilangkannya peranan agama dalam kehidupan kenegaraaan dan kehidupan keseharian. Pemakaian huruf arab digantikan dengan huruf latin, bahkan bunyi adzan pun diubah kedalam bahasa setempat.  Perubahan- perubahan tersebut memang mempengaruhi turki. Namun perubahan itu juga meyakiti umat islam yang ingin mempertahankan agamanya menjadi prinsip hidup. Setelah kamal ataturuk meninggal pada 1938, digantikan oleh ismet inonu.  Pada waktu itu timbul perlawanan dari kaum intelektual islam. Mereka menentang moderenisasi ala barat. Dalam PD II , turki tidak melibatkan diri. Namun menjelang usainya perang turki bergabung degan amerika sarikat. Uni soviet menuntut sebagian wilayah turki sebagian barat dan meminta izin turki untuk mendirikan pangkalan militernya disepanjang teluk. Untuk mengatasinya turki memint bantuan militer amerika serikat dan sebagai imbalannya, amerika sarikat mendapat izin mendirikan pangkalan militer. Setelah perang dunia II selesai, para pemimpin turki berusaha memodifikasi konsep pembaharuan kamal pasha dengan cara menggali nilai perang dunia, nilai islam sambil tetap menentang imperialisme barat.nilai.
Pada 1950 diadakan pemilihan anggota parlemen. Partai Demokrat berhasil mengalahkan Partai Republik yang didirikan Kemal Ataturk. Dengan kemenangan ini Celal Bayar duduk sebagai presiden dan Adnan Menderes sebagai perdana menteri. Sepuluh tahgun kemudian timbul kekacauan politik dai dalam negeri yang menyebabkan kelompok militer turun tangan dan megambil alih kendali kekuatan. Kebijaksanaa bayar telalu jauh menyimpang dari prinsip-prinsip dasar yang diletakkan oleh ataturuk. Adnan menderes diganjar hukuman gantung dan presiden bayar duhukum seumur hidup, namun akhirnya dibebaskan.
Tahun 1961 Turki memberlakukan konstitusi baru untuk pertama kali Turki mengadakan pemilihan umum yang bebas. Sekalipun tidak berhasil mendapat suara mayoritas, Partai Republik berhasil memenangkan pemilihan ini. Tahun 63 Yunani mengklaim Siprus sebagai wilayahnya. Akibatnya timbul perselisihan dengan Turki. Perang dapat dihindari setelah PBB turun tangan. Namun, setahun kemudian Yunani mengirimkan tentaranya ke Siprus dan mendirikan pemerintahan sendiri, sehingga menyebabkan pertempuran dengan tentara Turki. Tahun 1978 embargo ini dicabut. Menjelang tahun 1980 timbul lagi kerusuhan politik di dalam negeri yang menyebabkan kalangan militer mengambil alih lagi kekuatan politik. Konstitusi baru diberlakukan lagi tahun 1982. Setahun kemudian Turki mengadakan pemilu yang akhirnya dimenangkan oleh Partai Mother Land.
Pergerakan Nasionalisme di Turki
Turki pernah menjadi negara adidaya. Pada jamannya dimana wilayah kekuasaannyameliputi jazirah balkan  , afrika utara dan jazirah arab. Nasionalisme dan revolusi bangsa turki terjadi setelah perang dunia I, dimana turki berada dipihak yang kalah dan harus tunduk pada keputusan sekutu antara lain menyerahkan wilayah kekuasaannya. Prancis , inggris dan italia mendapat wilayah turki di afrika dan jazirah arab. Sementara yunani dai balkan memperoleh kemerdekaan dari turki. Nasionalisme turki semakin tumbuh setelah negara-negara sekutu berusaha terus melemahkan turki dengan cara membantu gerakan nasionalis yunani merebut wilayah di bagian Balkan tahun 1919.
Dalam perang melawan agresi Barat tampil Mustapha Kemal Pasha (tokoh militer Turki) yang bersimpati pada gerakan turki muda. Gerakan ini dianggap sebagai realisasi dari nasionalisme turki karena tebentuk atas dasar semangat kebangsaan yang berusaha mengusir kekuasaan barat/asingdan menentang rezim lama yang lemah (sultan hamid II). Gerakan tersebut berhasil mengusir sekutu dan memaksanya untuk duduk dimeja perundingan yaitu perjanjian laussane 1923.
Dalam menentukan nasib akhir bangsa turki, maka diadakan konferensi sevres pada 1920 antara pihak sekutu dengan turki yang diwakilkan kepada sultan Muhammad VI. Dalam perjanjian sevres ini perdana menteri farid pasha  dipaksa untuk menerima keputusan isi perjanjian tersebut, yang membuat turki kehilangan kekuasaanya diberbagai wilayah, kecuali hanya anatoli yang sudah tidak utuh lagi karena telah dicaplok rusia, istambul begitupula Armenia berdasarkan perjanjian sevres menjadi lepas dari turki dan independen. Tarakian dan azmir berada di bawah kekuasaan yunani. Wilayah anatoli selatan menjadi milik italia dan sekutu berhak mengawasi perekonomian turki.
Dari perjanjian ini telihat bahwa turki sangat tepojok, dan hal inilah yang melatarbelakangi timbulnya nasionalisme turki, yaitu suatu gerakan kebangsaan untuk menentang campur tangan orang asing di dalam wilayah turki. Bermunculanlah pahlawan-pahlawan turki untuk mengadakan perhitungan.
Pan islame dan turki muda
Sultan hamid II disamping orang yang dictator dia juga orang yang cerdikdan selalu memanfaatkan setiap keadaan. Bangsa turki sangat benci terhadapnya, karena dia membekukan UUD yang telah disahkan. Sultan teus menindas para kelompok pengajur kebebasan yang telah menuntut untuk diberlakukan kembali UUD tersebut. Sultan beranggapan bahwa UUD membatasi kekuasaanya. Banyak para pejuang kebebasan yang hijrah ke eropa karena teus ditindas sultan. Dalam kekacauan politik dalam negeri, meletuslah perang rusia dengan turki pada 1877. Rusia telah berhasil menduduki beberapa daerah turki dianatoli dan eropa.
Untuk menetukan nasib turki maka diadakan perjanjian san Stefano dan perjanjian berlian pada tahun sama yaitu 1877, isi keua perjanjian tersebut telah mencabik-cabik kekuasaan turki. Kerusuhan-kerusuhan dalam negeri dan kekalahan yang diderita turki telah mendorong para pejuang untuk hijrah keluar negeri untuk berbuat kepada bangsanya. Mereka membentuk kelompok yang diberinama turki muda (turki al fatah) kelompok ini menjadikan kota paris dan jenewa menjadi markasnya.
Tujuan pokok dari kelompok ini adalah meletakakan dasar yang tepat bagi kebangkitan dalam negeri dan meletakkan strategi yang baik untuk membendung campur tangan asing dan kekalahan turki dari serangan musuh. Para pejuang kemerdekaan turki kemudian menulis, berpidato dan berusaha agar ide-ide seruanya itu bisa sampai letengah-tengah tentara turki. Karena tentara turkilah yang dapat menekan sultan untuk memberlakukan kembali UUD.
Sultan yang telah haus akan kekuasaanselalu meggunakan cara liciknya. Melihat turki muda dapat mempengaruhi masyarakat, ia melakukan sesuatu yang bertolak belakang dengan keinginanya. Dia berpura-pura mencintai ishal an perbaikan, dia memanfaatkan pan islamisme sebagai topeng yang digunakan untuk menarik simpati masyrakat. Turki muda dengan semangat kebangsaan yang tinggi teus melakukan rongrongan, tidak hanya dengan para sekutu yang telah mengkotak-kotakan daerah turki akan tetapi mereka juga berjuang untuk memperbaiki pemerintahan dalam negerinya yang penuh dengan kemunafikan suktan. ( soebantarjo,1954).
Pan amerikanisme yang diciptakan oleh james G blaine tahun 1889 bertujuan hanya untuk mempersatukan Negara-negara dibawah pimpinan USA dan membina hubungan ekonomi yang lebih erat dengan amerika latin. Sedangkan pan islamisme yang muncul diturki adalah penyatuan seluruh dunia islam dibawah satu kekuasaan politik dan agama yang dikepalai oleh seorang khalifah. Jadi jelas bahwa dia ingin menyatukan dimanapun dunia islam itu berada di timur tengah, afrika maupun asia.

Dalam perkembangan selanjutnya, pan islamisme sekedar untuk menyatukan seluruh umat islam dalam satu ikatan setia kawan. Dalam  buku perkumpulan islam, B.J.Boland (1958:136) mengatakan, kita harus memahami agama kita karena agama bukanlah hanya bersangkutan dengan perasaan, tetapi juga pengertian, rasio dan sekali lagi rasio. Jadi jelaslah bagaimana para pemikir organisasi islam jaman dulu berusaha untuk mencapai ambisinya dengan berbagai cara dan propaganda yang menarik yaitu dengan dalih agama.